Selasa, 08 Desember 2009

HARI IBU DAN WANITA FACEBOOK


# DO SOMETHING 4 MOTHER DAY...?! > BERHADIAH T-SHIRT IUBS

HARI IBU MENURUT WANITA-WANITA FACEBOOK
masih perlukah adanya Kementrian Pemberdayaan Perempuan ???

OTDA/IUBS/Bandung – HARI IBU : Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.
Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 8 Maret.

Tanggal 22 Desember 2009 merupakan perayaan HARI IBU Indonesia,Sku.OTDA bersama IUBS- Indonesiaunitebandungside , wadah facebooker yang dikordinir oleh Wkl.Pemred/Sekjen GWI melakukan kuisioner ttg Hari Ibu, dan berikut adalah kutipan pendapat beberapa para face-booker wanita dalam ‘unek-uneknya;yg tidak kami edit agar terjaga ‘original & hangatnya;

Rida Ruby , Bandung, Jawa Barat.

Sdh sewajarnya seorang ibu/kaum hawa hrs di hormati,dan sejajar dg kaum adam,tapi..ingat qodrat perempuan ada batasnya..jangan mentang2 penyetaraan segalanya ingin disamaratakan dgn kaum adam,smua ada porsinya loh..
u/ menjadi pemimpin bukan tdk diperbolehkan berada didepan tp..dlm agama qt pun mengajarkan sebaik-baiknye imam a/ dr kaum adam.....seorang pemimpin tdk hanya menggunakan kasih sayang tp jg logika..n qt tau bahwa pd umumnya kaum hawa slalu mengedpankn hati dr pd logika so mnurut aq pnyetaraan kaum adam n hawa hrs+wajib tp tetap ada batas2 dan ada dlm koridor yg benar+tepat..
kesimpulanya..ayo kaum adam berikan keprrcayaan penuh bahwa kaum hawa mampu melakukan hal apapun,curahkan kasih sayang yg pnuh agar kaum hawa merasa i mengerti,diayomi, dihrgai, akan prjuangan yg tlh/bs lakukan trutama prjuangan yg tdk bs d lakukn o/ kaum adam..
begono pendapat aye..maju terrs pantang mundur mom..selamat hari ibu.

Cantika Rie, Bandung, Jawa Barat.

Aq pkir,Perempuan indonesia msh ditempatkan sbg aksesoris dlm sgl hal , kitapun tak sadar, krn malu, gengsi, tak mampu atau ke-engganan mlawan mayoritas?, kodrat?, apapun profesi kt,mari lakukan yg trbaik. Utk RI.1 dan ibu mentri jgn trlalu jaim, 100 hari kerja anda dilihat rakyatnya.


Nanda Bhaqienih, Bandung, Jawa Barat.

PEREMPUAN INDONESIA AKAN SELALU DMIKIAN, tak mempunyai tmpt dieksekutif n legislatif.Cm jd pemanis gedung dewan,apasih karya mrk?, jk jatah kursi 60% bru bs jalan.SBY tdk maksimal mendukung prempuan, wkt kmpanye dulu dia sibuk bela prita, skarang?, malah paranoid dgn gerakan rkyat anti krupsi.Utk MENEG UPW, apa yg anda dpt lakukan bg prempuan2 pesisir yg miskin?, Nothing. HAPPY MOTHER DAY..!, thanks to IUBS krn menyediakan forum mcm ini.Tp sayang sdikit prmpuan yg meresponnyaa.INILAH REALITA,JK PRMPUAN KT MSH MALU2 KUCING.TP MAUNYA KSETARAAN.SO?


Corny Rachmawati, Cibubur, Jaktim.

Guys..bicara mslh wanita g cukup semlm suntuk coz ibu/wanita adlh sumber inspirasi dlm 1000 perspektif.Oleh sebab itu coba dong IUBS bikin seminar sehari ttg wanita dlm permasalahannya. Dlm 3 sesi (wnt praremaja, remaja, dewasa) yuuuuuk
Tak ada kata2 yg lbh bagus utk diucapkan...selain slmat hari ibu utk semua. Ibu adlh sumber inspirasi bagi kehidupan kita. I LOVE U MOM...TQ FOR U LOVE... I MISS U...!


Dewi Anna Ambarwati, Malang, Jatim.
Wnita adalah makhluk yg senang dipuja & dimanja, lemah gmulai, lembut mnwan. Tp dbalik smua itu wnta bs mlakukan apapun yg dlakukan pria. Dr presiden sampai kuli, wnta bs menangani. Dibalik kberhasilan suami, pasti ada wanita kuat dbelakangx. Dbalik ksuksesan anak2 pasti ada ibu perkasa yg mebimbingx. Mk, jgn pernah tdk melibatkan wnta dlm hal apapun, krn dg sentuhan & kelembutan bs mjdkan suatu yg tak mgkn mjd mngkin. Utk ibu mentri pranan wnta, tlg berdayakan wnita saat ini mlai dr tgkat yg plg rendah krn dr yg rendah itu nanti akan tcipta kesinambungan yg bs mbuat byk wnta ikut memajukan bangsa ini. Dan akhir slmt Hari Ibu, bg yg sdh jd ibu smg qta mjd ibu yg bs menjaga amanah dr Allah, amin

Srie Wulansari, Bandung Barat.

Ibu..adalah wanita terhebat yg aku tau..tidak ada kata2 yg bisa mengungkapkan kehebatan seorg ibu..selamat hari ibu semoga kita bisa slamanya berbakti kpd beliau..


Veronica Hesthi Utami , Bandung, Jabar.
Perempuan Indonesia bergelora spt samudra & ombak laut yg mlingkupi sebagian besar wil. Indonesia. Berdebur menggempur tonggak2 pembodohan, pemiskinan, pembunuhan karakter. Tegar, tangkas, kuat, ulet spt kuda2 pulau sumba yg gesit. Namun juga lembut, telaten, tahan proses dg dibuktikannya para pejuang devisa (TKW) yg hebat..., mau menderita demi hidupnya sel tkecil , akar plg dasar negara ini yaitu keluarga.


Misschepot nona, Bandung, Jawa Barat;

= Keterlibatan perempuan dalam politik formal di Indonesia mulai memperoleh ruang sejak dikeluarkannya undang-undang pemilu No. 12/2003, yang menyebutkan pentingnya aksi afirmasi bagi partisipasi politik perempuan dengan menetapkan jumlah 30% dari seluruh calon partai politik pada parlemen di tingkat nasional maupun lokal. Aksi afirmasi seringkali didefinisikan sebagai upaya strategis untuk mempromosikan kesamaan dan kesempatan bagi kelompok tertentu dalam masyarakat seperti perempuan atau kelompok minoritas yang kurang terwakili dalam proses pengambilan keputusan. Pentingnya keterwakilan perempuan dalam politik, terutama di lembaga perwakilan rakyat sendiri, bukannya tanpa alasan yang mendasar, melihat bahwa pemenuhan keterwakilan perempuan pada pemilu 2004-2009 tergolong rendah, hanya mencapai 10-13%

Akan tetapi pemerintah mengeluarkan kebijakan terbaru tentang pemilu yang memperkuat keterlibatan perempuan dalam politik formal yaitu UU Pemilu Nomor 10/2008. Pada Pasal 8 ayat (1) butir (d) menyatakan bahwa partai politik dapat menjadi peserta Pemilu setelah memenuhi persyaratan menyertakan sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat. Legalitas keterlibatan perempuan dalam Pemilu dengan kuota 30% dianggap suatu kemenangan bagi para pengusung gender yang menyerukan Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG).

Lebih jauh, Pasal 66 ayat 2 UU Nomor 10/2008 juga menyebutkan KPU, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/kota mengumumkan persentase keterwakilan perempuan dalam daftar calon tetap parpol pada media cetak harian dan media elektronik nasional. Sementara di Pasal 2 ayat 3 UU Parpol disebutkan bahwa pendirian dan pembentukan parpol menyertakan 30% keterwakilan perempuan. Lebih jauh, di Pasal 20 tentang kepengurusan parpol disebutkan juga tentang penyusunannya yang memperhatikan keterwakilan perempuan dalam kuota yang paling rendah.


Reifadodo, Bandung Barat, Jabar;

Hmmmm.....bicara soal perempuan , khususnya Perempuan Indonesia, memang betul masih 'setengah hati; Karena Peran perempuan sebagai warga negara direpresentasikan sebagai ibu dan istri, karenanya peran sebagai pekerja menjadi prioritas di bawah peran yang sebelumnya. Haknya pun diterapkan sesuai dengan definisi/representasinya ini, yakni bukan menjadi pemimpin, akan tetapi menjadi pendamping (istri), pembantu (sekretaris) dan pemelihara (seksi konsumsi, PKK).

Keterlibatan dan keterwakilan perempuan dalam dunia politik dan kebijakan publik merupakan suatu keharusan, sebab akses, kontrol, dan partisipasi politik perempuan dalam berbagai tingkatan pembuatan dan pengambilan keputusan merupakan hak asasi manusia. Tidak dapat dipungkiri perempuan secara demografis merupakan mayoritas, namun secara politis mereka menempati posisi minoritas....

Dengan mencermati berbagai aturan di tingkat nasional dan internasional yang berkaitan dengan partisipasi politik perempuan berikut dalam pengambilan keputusan, maka peraturan daerah pun tentunya harus merujuk pada aturan-aturan tersebut di atas. Meskipun demikian, tidak dapat disangkal bahwa perempuan di negara-negara berkembang yang menjalankan desentralisasi tetap termarjinalkan oleh pemerintah lokal. Kursi diDPR/D seharusnya memang min.50% utk perempuan baru terdapat keseimbangan; namun kita lihat sendiri, pemerintah masa bodoh, maka jangankan bicara perempuan berpolitik, kursi saja mereka batasi.


Rachaelnatakusumah, Bogor, Jabar;

IUBS , kalo mau bicara perempuan indonesia, menurutku hanya ada 2 yg penting kedepan, khususnya kabinet SBY-Budiono ini;

1/.Kesehatan perempuan terutama ibu hamil kurang mendapatkan perhatian.= Inipun adalah tugas para pekerja dibidang medic. Tugas para dokter, bidan atau mantrilah yang harus ditingkatkan untuk jeli menemukan perempuan yang sedang hamil ataupun perempuan yang dinomor duakan kepentingan kesehatannya. Dan tugas mereka jugalah mengingatkan para pasangan, suami dan istri, untuk memperlakukan istrinya yang sedang hamil dengan mendahulukan kepentingan kesehatan istrinya.

2/. Kekerasan dalam rumah tangga lebih sering menimpa kaum perempuan.= Di negara yang berlandaskan keTuhanan ini, setiap lelaki dan perempuan yang akan menikah, harus menganut agama yang diakui oleh negara, dan pada saat membukukan janji pernikahan, mereka harus berada di dalam satu agama yang sama.
Untuk menghindari terjadinya kekerasan rumah tangga, maka ini adalah tugas para petugas di KUA dan Catatan Sipil untuk mengingatkan para pasangan agar jangan melakukan kekerasan terhadap pasangan dan anak2 mereka. Dan apabila ternyata tetap terjadi kekerasan di dalam rumah tangga, maka sudah menjadi hak mereka untuk kembali mendatangi KUA atau Catata Sipil. Karena di lembaga2 tersebut telah disediakan petugas2 yang akan memberikan konsultasi kepada pasangan yang sedang bermasalah.

Sekali lagi bukan perempuannya yang harus diberdayakan, tetapi para petugas di KUA dan Catatan Sipil yang harus ditingkatkan kinerjanyaSudah menjadi tugas dari departemen2 yang telah dibentuk oleh negara untuk mengurus dan menyelesaikan bermacam problem yang ada di masyarakat. Departemen Pendidikan, Departemen Kesehatan, Departemen Agama dll. Kalaupun dianggap perlu, cukup di dalam tiap departemen itu dibuatkan satu divisi khusus yang menangani kasus2 dengan korban perempuan.

Organisasi masyarakat atau LSM lah yang bertugas mengontrol kerja2 dari departemen2 yang terkait. Termasuk OTDA dan IUBS. Yang terberat adalah tugas orang tua, mengarahkan dan mendidik anak2 untuk tidak saling membedakan antara anak lelaki dan perempuan, berilah contoh sebagai orang tua, sebagai pasangan suami istri, sebagai lelaki dan perempuan yang saling menghargai, saling menghormati tugas masing2.. Jadi, masih perlukah adanya Kementrian Pemberdayaan Perempuan ???

Ajengmanistea, Bandung, Jabar;

Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa perempuan lakukan, seperti menjadi imam di dalam keluarga. kalo ga ada suami/laki2 yg lebih tua, baru si perempuan bisa jadi imam
itulah, masing2 sudah punya tugasnya ya ; muslim/mah manapun tahu bahwa perempuan tidak bisa menjadi imam di dalam keluarga ketika tidak ada suami/laki2 yang lebih tua…, namun itu tidak berarti bahwa perempuan tidak berdaya dan berada di bawah laki-laki…
sama halnya juga tidak berarti ketika laki-laki tidak bisa hamil dan melahirkan lalu berarti dianggap tidak berdaya dan berada di bawah perempuan…
Pada dasarnya Allah menciptakan perempuan sesuai dengan kodratnya kalaupun harus kerja atau membantu suami itu juga musti seijin sang suami sebagai Imam. Faham feminisme sudah mengaduk aduk sehingga perempuan seakan HARUS setara dengan pria dan faham ini begitu mudah mempengaruhi kaum hawa terutama yang di luar rumah. Insya Allah sebagai kaum akhwat tidak menyalahi kodrat yang telah Allah berikan amiin
sekali lagi tulisan diatas soal kesetaraan tapi tetap berpijak secara proporsional… bukan soal siapa lebih berdaya dari siapa.., ataupun siapa lebih tidak berdaya dari siapa…

Para Pembaca OTDA,dan IUBS demikian bagian dari suara ‘Perempuan Indonesia’ ttg Hari Ibu dengan segala macam unek-uneknya, kita hanya berharap banyak manfaat dan pencerahan akan hal ini. Atas nama Skui.OTDA dan IUBS, Happy Mother Day. Majulah Perempuan Indonesia tanpa melupakan kodrat..(@rief/Pemred/Asep)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar